Minggu, 13 Desember 2009

ALL ABOUT ME!!! (Sebuah Autobiografi Seorang Nurul Hidayah)



Saat ini umurku hampir menginjak 22 tahun. Aku bukan anak kecil lagi. Aku mulai beranjak dewasa. Namun menurutku kedewasaan itu belum muncul pada diriku. Saat ini timbul dalam pikiranku untuk membuat sebuah autobiografi seperti layaknya orang-orang yang terkenal. Aku berfikir mungkin kelak saya akan menjadi orang yang terkenal juga . Separtinya kalau Aku memiliki sebuah autobiografi pasti akan seru dan menyenangkan. Aku membuat sebuah autobiografi bukan untuk sekedar pamer atau gengsi. Tetapi Aku membuatnya agar orang lain dapat lebih mengenalku lebih dekat. Dan mereka yang membaca autobiograf ini dapat melihat perjalanan hidupku selanma hampir 22 tahun ini. Aku tidak mempunyai pengalaman dalam menulis atau membuat sebuah autobiografi sebelumnya. Jadi mungkin akan ada banyak kesalahan pada autobiografi kali ini. Tetapi Aku akan berusaha memberikan yang terbaik dan semampuku.

>>> Asal Mula Kehidupanku

Pada tanggal 07 Maret 1988, di saat fajar pagi mulai merekah terdengarlah jerit tangis partamaku. Seorang gadis mungil buah cinta dari Sutrisno dan Mukirah yang tidak lain adalah orang tuaku. Aku terlahia di sebuah rumah mungil lebih tepatnya di Dekso, Banjar arum, Kalibawang, Kulon Progo 55672. Saat proses kelahiran ibuku hanya dibantu oleh seorang bidan desa. Setelah suara adzan dikumandangkan di telingaku maka bapakku menganugrahi sebuah nama untukku. Aku diberi nama Nural Hidayah. Yang artinya adalah cahaya petunjuk. Karena orang tuaku berharap agar aku dapat menjadikan petunjuk bagi diriku sendiri maupan orang lain. Itulah sepenggal cerita kelahiranku 21 tahun yang lalu.

>>> Masa Kanak-Kanak (Kehidupan Masa Kecilku)

Setelah membaca cerita kelahiranku sekarang aku mau cerita tentang masa kecilku. Waktu berganti, dan aku pun tumbuh menjadi seorang gadiskecil yang menggemaskan. Dari kecil aku terbiasa dimanja ole kedua orangtuaku. Apapun yang aku monta pasti akan dituruti oleh orangtuaku terutama bapakku. Karena pada saat itu bapakku bekerja di PLN Wates sehingga dapat memberikan kebahagiaan yang lebih padaku dan keluargaku. Saat kecil aku senang sekali pergi bermain hanya memakai celana dalam dan kaos dalam saja. Jadi waktu kecil aku hitam sekali hamper seperti dakocan. Dulu karena pipiku yang tembem maka aku dipanggil Cempluk oleh nenekku. Bahkan panggilan itu masih melekat sampai saat ini. Pada saat aku ber umur 4 tahun bapakku mendaftarkanku ke TK Mekar Al Islam. Aku masuk kelas nol kecil. Aku senang sekali. Aku punya banyak teman di sana. Guru yang sangat aku sayangi di TK adalah ibu Salbiyah S.Pd. Beliau sangat baik padaku. Hobiku saat bi TK dalah mencarikecebomg. Karena dulu di depan sekolahterdapat kolam ikan yang di sana ada banyak kecebongnya. Pada tahun pertama masuk sekolah aku masing harusdiantar olea ibuku bahkan sampai ditungguin sampai pulang sekolah. Namun setelah menginjak tahun kedua aku harus berangkat sekolah sendiri, karena saat itu adik pertamaku lahir jadi ibuku tidak bisa mengantarku. Saat di TK aku pernah menyukai seorang temanku. Tetapi tidak usah aku sebutkan namanya. Dua tahun bersekolah di TK akhirnya aku lulus juga. Dan selanjutnya bapakku memasukanku ke SDN Dekso 1. Sekolah tersebut termasuk salah satu sekolah favorit di desaku. Di SD aku menjadi salah satu siswa yang menonjol. Aku selalu menduduki peringkat pertama di kelas. Namun pernah suatu ketika aku mendapat rangking 2. Bapakku meberi aku hukuman yang berat. Yaitu tidak diberi uang jajan tiga minggu, tidak boleh main, dan tidak boleh menonton televise selama satu bulan. Saat mulai duduk di kelas tiga akumulai suka bermain di sungai. Pernah aku hampir tenggelam,dan sampai sekarang aku takut bermain di sungai lagi. Pada saat SD aku sangat suka pelajaran IPA karena menurutku IPA itu menyenangkan. Di saat kelas 4 aku mendapatkan adik baru. Adikku yang partama bernama Fajar Sidoq Al Mukharam sedangkan untuk adik keduaku ini diberi nama Septian Wahyu Tri Nur Santo. Masa-masa di SD kulalui dengan begitu berat. Banyak kejadian yang aku alami. Puncaknya pada saat aku kelas 5 kedua orang tuaku harus pergi meninggalkan aku. Mereka pergi merantau ke Madura. Aku ditinggal di rumah nenekku. Aku tidak dapat berbuat apa-apa. Yang aku lakukan hanyalah menangis saja. Namun akhirnya aku bisa bangkit dari kesediahanku. Mulai saat itu aku berjuang sendiri tanpa ada orang tua yang mendampingi tetapi aku masih bersyukur karena masih ada nenekku yang menemaniku. Saat di SD aku pernah ikut lomba cerdas cermat sampai tingkat kecamatan. Betapa bangganya aku saat itu. Waktu cepat berlalu, tak terasa aku sudah masuk di kelas 6. Pada saat itu aku bingung apa yang harus aku lakukan. Aku jauh dari orang tuaku. Aku bingung harus melanjutkan kemana?. Tak ada gambaran jelas dalam otakku. Akhirnya UNAS pun tiba. Aku cemas takut tidak lulus ujian. Namun aku giat belajar, dan aku pun lulus dengan nilai yang memuaskan.

>>> Masa Remaja ( Masa Puber)

Setelah lulus dari SD aku mendaftarkan di SMP N 1 Nanggulan. Sekolah tersebut merupakan sekolah terbaik di wilayahku. Aku masuk di kelas 1 F. ada kejadian lucu saat MOS masuk SMP. Ada salah satu temanku yang disuruh maju untuk di hukum tetapi dia tidak mau dan akhirnya malah menangis. Di SMP aku mempunyai seorang teman dekat yang sampai saat ini masih berhubungan baik denganku. Namanya Swesti Anggraini Dewi. Dia satu-satunya teman yang benar-benar baik menurutku. Waktu kelas satu akupernah di sukai oleh seorang teman. Tetapi waktu itu aku masih lugu jadi belum tau apa itu cinta. Jadinya aku cuekin saja dia. Entah mengapa saat di SMP prestasiku agak menurun. Aku hanya menduduki peringkat 2 saja. Aku kecewa. Tetapi mau bagaimana lagi mungkin memang takdirnya seperti itu. Saat aku masuk ke kelas dua ternyata seseorang yang dulu pernah menyatakan suka padaku kembali lagi padaku. Akhirnya karena aku kasihan padanya aku pun mau menjadi kekasihnya. Ah kayaknya tidak penting ngomongin pacar. Naik ke kelas 2 aku mendapatkan banyak pengalaman baru. Pernah suatu ketika waktu ujian semesteran, aku duduk bersebelahan dengan kakak kelasku namanya Iwan Mei Saputro. Saat itu dia membawa sontekan. Aku diajari menyontek sama dia. Hari berikutnya aku mencoba membawa sontekan kedalam ruang ujian. Tapi naas karena ini adalah aksi menconteku yang pertama aku gagal. Aku ketahuan sama guruku. Tetapi untung saja guru tersebut baik jadinya sku tidak dihukum cuma diberi peringatan. Ditahun kedua ini semua berjalan lancer tidak ada kendala yang berarti dalam kehidupanku. Setelah memasuki tahun ketiga di SMP ada kejadian yang sangat menggemparkan seluruh isi sekolahku. Aku saja sampai dipanggil oleh guru BP. Masalahnya waktu itu ada dua orang teman pria yang menyukaiku. Aku bingung memilihnya. Aku tidak tahu harus memilih yang mana. Akhirnya aku pilih satu diantara mereka, namun pihak yang aku tolak tidak terima akhirnya mereka berdua berkelahi kaya kucing sama tikus. Aku jadi merasa bersalah, pada saat itu ada guru BP yang tahu dan akhirnya menyeret kami dan kami dimarahi. Hal itu aku jadikan salah satu pelajaran dalam hiduo untuk tidak saling menyakiti. Pada tahun ketiga ini adalah penentuan aku lulus atau tidak dari SMP. Aku cemas soalnya pada tahun ini mulai diberlakukan nilai minimal 4,25 aku takut tidak dapat mencapai target. Tetapi allhamdulilah aku lulus, sayangnya nilaiku pas-pasan. Namun walau begitu aku tetap optimis akan masuk ke SMA favorit. Setelah lulus SMP aku memberanikan diri untuk mendaftarkan diri ke SMA N ! Godean. Sebenarnya aku ragu. Tetapi karena aku punya tekat yang kuat akhirnya aku diterima di SMA tersebut. Aku masuk ke kelas 1.2. teman-temanku banyak sekali saat SMA. Di SMa ini aku mendapatkan teman-teman yang begitu baik padaku. Ada 4 orang yang paling dekat sekali sama aku yaitu Mettayana Anggun Pusoitasari, Hesti Widyasari, Umi Eka Sari, dan Erma. Mereka temanku saat susah dan senang. Banyak hal menarik yang terjadi pada saat SMA. Salah satunya pernah saat kelas 2 aku di marahi sama pak tukang kebun. Gara-garanya aku manjat pohon mangga dan banyak daun yang berserakan, tetapi setalah memanjat daun-daun itu tidak aku bersihkan. Jadinya pak tukang kebibun itu marah dan memintaku untuk menyapunya. Sungguh memalukan sekali. Entah mengapa saat di SMA aku meras tambah tolol. Pasalnya banyak sekali mata pelajaran yang tidak aku kuasai. Salah satunya adalah akuntansi. Untuk pelajaran yang satu itu aku tidak pernah mendapatkan nilai lebih dari 6,5. Oleh karena itu aku memutuskan untuk memilih jurusan IPA saja saat kelas 3. Dan benar akhirnya saat kenaikan kelas 3 aku masuk jurusan IPA. Di kelas 3 ini aku mulai semangat lagi untuk belajar. Karena dari kecil aku suka dangan IPA maka tidak sulit untuk mengikuti materi yang diberikan. Di sini ada beberapa guru yang sangat dekat denganku yaitu guru Biologi ibu Endang dan guru Bahasa Indonesia ibu Mamik. Beliaulah yang memberiku motivasi untuk maju dan menjadi manusia yang lebih baik . tnpa ada mereka entah jadi apa aku saat ini. Tidak terasa 3 tahun berlalu sangat cepat. UNAS pun tiba. Aku semangat mengerjakannya. Dan hasilnya tidak sia-sia. Nilaiku sangat memuaskan. Rata-rata nilaiku 9. Namun ada satu kendala lagi. Aku tidak tahu mau kemana setelah lulus SMA ini. Aku akan kuliah atau bekerja. Aku mencoba mendaftarkan ke berbagai perguruan tinggi negeri. Karena dari kecil aku ingin menjadi insinyur pertanian makanya aku mendaftarkan ke UGM tetapi tidak di terima. Aku mendaftar juga di UNY tetapi yang daterima jurusan yang tidak terlalu aku inginkan, dan orang tuaku melarangku untuk mengambilnya karena takut kelak tidak punya masa depan. Dan yang terakhir aku mencoba ke STIKES. Tetapi sangat disayangkan. Sebenarnya aku diterima tetapi karena aku telat registrasi ulang aku jadi tersisih. Oh sedihnya. Saat itu aku jadi menyalahkan tuhan, kenapa harus aku yang mendapatkan cobaan ini? Aku mencoba bangkit dari keterpurukanku saat itu. Aku mememukan seseorang yang dapat membangkitkan semangatku lagi. Seeorang yang bernama Rezha Azmi Fauzie. Dia adalah sebagian dari hatiku. Penopang jiwaku disaat aku terpuruk. Dialah petunjukku saat aku tersesat. Dialah seseorang yang memberiku bahagia disaat sedihku.

>>> Aku Saat Ini

Setelah 2 tahun menganggur akhirnya aku mencoba untuk menata hidupku lagi. Aku ingin mewujudkan keinginanku yang tertunda yaitu kuliah. Aku sebenarnya malu karena teman-teman yang seumuranku sudah hampi lulus sedangkan aku baru mau memulainya. Tetapi tidak apa-apa karena lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Sebenarnya tidak ada keinginan untuk menjadi guru. Namun karena ada desakan dari calon mertua akhirnya aku mengalah dan mengikuti semua keinginan mereka. Aku mendaftarkan ke UPY. Aku mengambil jurusan PGSD. Aku masih ragu akan pilihan yang aku ambil. Tetapi aku mencoba untuk menjalaninya sebaik dan semampuku. Banyak hal baru yang aku dapatkan saat kuliah. Sampai saat ini aku masih bertahan di UPY dan semoga aku cepat lulus agar bias membahagiakan orang tuaku. Amin.

>>> Penutup

Inilah sedikit cerita tentang sepenggal perjalanan hidupku. Semoga dapatditerima denagan baik oleh semua orang. Dan dapat memberikan sebuah pengalaman yang menarik dan berkesan bagi yang membacanya. Terima kasih untuk semuanya. Dan sampai jumpa pada autobiografiku selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar